GALUH MAS (PT. GALUH CITARUM) Alamat: Jl. Galuh Mas Raya, Karawang Barat.41361.Telepon:(0267)643 388-647 377, Fax:(0267)646 955. Anda ingin tahu lebih banyak tentang kami?
Posted by cv.duta.arina.sehati@gmail.com on Jumat, 09 Oktober 2009 in
PURWAKARTA, RAKA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berencana menggelar penertiban untuk terakhir kali di lokalisasi esek-esek yang berada di Kecamatan Bungursari. Rencana itu ditegaskan menyusul aksi para PSK yang menggunakan kembali lokalisasi itu sebagai ajang bisnis esek-esek.

Rencana penertiban itu ditegaskan Kasatpol PP Budi Bunyamin, kemarin. Sebelumnya ia terlihat berang saat mendengar kabar masih beroperasinya PSK dilokalisasi yang sudah ditertibkannya. "Padahal jelas-jelas sudah dilarang, tapi tetap saja membandel," ucap Budi Bunyamin. Kasatpol Budi menegaskan, pihaknya tak segan-segan untuk melakukan tindakan supaya kawasan tersebut steril dari prostitusi.

Rencana penertiban kembali rumah prostitusi oleh Satpol PP diragukan beberapa kalangan masyarakat bakal efektif. Pasalnya, selain penertiban tak jarang berbuah hasil, pembongkaran bangunan yang sebagian besar permanen itu juga tak pernah dilakukan petugas. "Seperti di Rawasalem misalnya, disana bangunannya permanen dan petugas kalaupun melakukan penertiban hanya membawa subjeknya saja tanpa membongkar kawasannya," kata Sekjen LSM Topan RI DPD Purwakarta Edi Mulyadi. Edi menambahkan, tindakan Satpol PP melakukan penertiban di kawasan gerbang masuk sebaiknya dilakukan bukan hanya sebatas pembinaan dan pendataan.

"Seharusnya ada sikap yang bisa membuat efek jera. Bukannya kota Santri ini ingin terbebas dari kawasan esek-esek, "sindir Edi. Seperti diketahui, pada Juli tahun ini sikap tegas Pemkab Purwakarta untuk menutup lokasi prostitusi di wilayah kecamatan Bungursari ini sudah berjalan. Bahkan, dari sikap ketegasan itu, beberapa lokasi prostitusi tersebut kini kondisinya sudah rata dengan tanah. Sebagian di bongkar paksa petugas, sebagiannya lagi dibongkar sukarela oleh pemilik tempat.

Meski demikian, rupanya para pengelola tempat maksiat ini tak hilang akal. Mereka secara sembunyi-sembunyi kembali mendirikan tempat-tempat tersebut dan beroperasi dengan cara dan modus yang berbeda. Di wilayah Cilodong Bungursari misalnya, di sana memang tak lagi ditemukan bangunan-bangunan atau warung-warung remang dan perempuan-perempuan seksi yang nongkrong secara terbuka menawarkan jasa seks pada para lelaki hidung belang seperti pada biasanya, namun jika sedikit menilik para penjaja-penjaja seks ini masih tampak berkeliaran. Hanya saja, cara dan negosiasi yang dilakukan tak sama seperti lokasi ini masih di buka.

Selain kawasan Cilodong, lokasi lainnya yang masih buka dilaporkan berdiri, yakni di wilayah Rawasalem Bungursari. Malahan, di daerah ini tempat-tempat para penjaja kesenangan semu ini berdiri secara permanen. Maklum, saat penertiban beberapa bulan lalu, dilokasi ini petugas tak membongkar paksa bangunan dan warung-warung karena pemilik tempat sudah menyatakan siap membongkar dan menutup lahan usaha terlarangnya. AKan tetapi, larangan tinggal larangan. Sampai kemarin lokasi ini pun masih dibuka dan bisa didatangi bebas oleh umum. (rif)
0 Responses to “Lokalisasi Bungursari Akan Ditertibkan Lagi, Sejumlah LSM Meragukan Tekad Satpol PP”:

Poskan Komentar